Sabtu, 24 April 2010

Alat deteksi kebohongan


Tes deteksi kebohongan menggunakan alat yang disebut mesin poligraf untuk mengukur respons fisiologis tubuh. Secara teori, ketika berbohong, orang gelisah terhadap kebohongannya. berbohong diduga memicu beberapa perubahan dalam tubuh. Sebagai contoh ketika berbohong, kita cenderung menghasilkan keringat lebih banyak, bernapas lebih cepat, dan mengalami perubahan dalam denyut jantung dan tekanan darah.

Rata-rata manusia memiliki sekitar 2,6 juta kelenjar keringat di kulit dan ribuan darinya terdapat di tangan. mesin poligraf mengukur resistensi listrik pada kulit, atau pada intinya, mengukur keringatdi ujung jari. Pelat jari dilekatkan pada dua jari subjek, dan pelat ini mengukur kemampuan kulit untuk menyalurkan listrik.Ketika berkeringat, kulit menyalurkan listrik lebih mudah daripada ketika kering. Oleh karena itu, secara umum, orang akan lebih mudah mengalirkan listrik ketika mereka sedang berbohong daripada ketika sedang mengatakan yang sebenarnya.

Pada abad pertengahan, hakim menemukan tes deteksi kebohongan yang belum terlalu canggih. Petugas menaruh tepung ke dalam mulut tersangka. Menurut petugas, jika tidak bersalah, tersangka akan memproduksi air liur cukup banyak sehingga memudahkan menelan tepung. Namun, jika mulut mereka terlalu kering mereka tidak bisa menelan tepung dan mereka dianggap bersalah.


"Francesca Gould"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar